Gamasi, BALI — Bank Indonesia mendorong penguatan digitalisasi dan pariwisata hijau sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Bali agar tetap berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta pemanfaatan energi bersih pada fasilitas pariwisata.
Deputi Kepala Divisi Bank Indonesia (BI) Bali, Jonataruli Sidabalok, mengatakan digitalisasi pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung ekosistem pariwisata Bali. Terlebih, QRIS saat ini telah berkembang menjadi sistem pembayaran yang dapat digunakan wisatawan mancanegara dari sejumlah negara.
“Sebagaimana Bapak-Ibu ketahui, saat ini juga ada QRIS antarnegara. Sudah bisa digunakan di China, kemudian Jepang dan Korea Selatan,” ujar Jonataruli saat menerima insan pers Sulawesi Selatan dalam kegiatan Media Engagement 2026 di Bali.
Menurutnya, kemudahan transaksi digital tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wisatawan mancanegara selama berada di Bali sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital.
Di sisi lain, BI juga mendorong penerapan konsep pariwisata hijau melalui pemanfaatan energi bersih pada berbagai fasilitas pariwisata. Menurut Jonataruli, pengembangan sektor pariwisata harus tetap memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Dengan menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian, pariwisata Bali akan tetap bertahan dan memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan kepada masyarakat Bali,” jelasnya.
Bali sendiri masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan berbagai aktivitas ekonomi pendukungnya. Pada triwulan II 2026, ekonomi Bali tumbuh 5,78 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang tercatat 5,58 persen.
Pertumbuhan tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yang mencapai 5,29 persen yoy.
Pariwisata menjadi sektor dominan dalam struktur perekonomian Bali dengan kontribusi sekitar 40,9 persen. Sementara sektor pertanian memberikan kontribusi 12,8 persen dan konstruksi sebesar 9,45 persen.
Dari sisi kunjungan wisatawan, Bali juga terus menunjukkan daya tarik yang kuat. Pada 2025, jumlah perjalanan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 26,9 juta, meningkat 9,72 persen dibandingkan 2024. Wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari Australia, disusul India, China, Amerika Serikat, dan Inggris.
Sementara perjalanan wisatawan domestik ke Bali pada 2025 mencapai sekitar 26,6 juta, meningkat 17,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan domestik tersebut antara lain berasal dari Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Namun, tingginya aktivitas pariwisata juga menghadirkan sejumlah tantangan. BI mencatat persoalan lingkungan dan sampah, risiko overtourism, kemacetan, serta ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dengan wilayah Bali Utara dan Timur masih menjadi perhatian.
Karena itu, diversifikasi destinasi wisata dinilai penting agar aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan. Pengembangan desa wisata, ekowisata, wisata budaya, wisata alam dan bahari, MICE, hingga wellness and regenerative tourism menjadi bagian dari upaya memperluas sebaran manfaat ekonomi pariwisata.
Jonataruli menilai kekuatan Bali terletak pada keberagaman produk wisatanya yang terus berkembang, mulai dari wisata budaya dan peradaban, desa adat, seni pertunjukan, wisata alam dan bahari, hingga wisata berbasis komunitas.
“Kalau Bapak-Ibu datang ke Bali, selalu ada yang terbaru setiap tahun. Itu salah satu kekuatan Bali,” katanya.
Ia berharap insan pers dapat turut memperkenalkan berbagai potensi pariwisata Bali melalui pemberitaan yang positif, sekaligus membantu mendorong semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Pulau Dewata.
“Harapan kami kepada Bapak-Ibu wartawan, setelah pulang nanti bisa menuliskan apa yang indah mengenai Bali, sehingga akan semakin banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke Bali,” tutupnya.(*)





