Gamasi, MAKASSAR – Semangat dan optimisme mahasiswa baru mewarnai penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Ballroom Megarezky, Sabtu (29/8/2026).
Penutupan tersebut menjadi momentum penting bagi ratusan mahasiswa baru untuk mengakhiri fase pengenalan kehidupan kampus sekaligus memulai perjalanan akademik sebagai bagian dari keluarga besar Polimerz.
Lebih dari sekadar agenda penyambutan, PKKMB Polimerz 2026 dirancang sebagai fondasi awal dalam membentuk mahasiswa yang memiliki karakter, kompetensi, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab profesi di bidang kesehatan.
Selama rangkaian kegiatan, mahasiswa baru mendapatkan berbagai pembekalan mengenai kehidupan akademik dan kemahasiswaan, sistem pendidikan tinggi, etika dan budaya akademik, organisasi mahasiswa, wawasan kebangsaan, bela negara, hingga penguatan peran mahasiswa kesehatan dalam pembangunan bangsa.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya Polimerz mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes., mengatakan PKKMB merupakan titik awal bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki tuntutan dan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya.
“Mahasiswa harus melihat PKKMB sebagai awal perjalanan untuk membangun karakter dan budaya akademik. Setelah ini, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mereka mampu belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa kesehatan memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional karena nantinya akan berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang mengejar nilai. Jadilah mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan kontribusi. Kampus adalah tempat untuk mempersiapkan diri sebelum nantinya hadir di tengah masyarakat sebagai profesional kesehatan,” katanya.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Polimerz dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi profesional mahasiswa.
Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus memahami persoalan kesehatan secara lebih luas.
Dengan bekal tersebut, lulusan Polimerz diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang adaptif terhadap perubahan, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan masyarakat.
Penutupan PKKMB di Ballroom Megarezky pun menjadi simbol dimulainya babak baru bagi mahasiswa baru. Serangkaian kegiatan orientasi telah selesai, namun perjalanan panjang untuk meraih kompetensi dan prestasi baru saja dimulai.
Kini, mahasiswa baru Polimerz dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan semangat yang telah dibangun selama PKKMB melalui kedisiplinan belajar, prestasi akademik maupun nonakademik, aktivitas kemahasiswaan, serta kontribusi nyata di lingkungan kampus dan masyarakat.
PKKMB Polimerz 2026 resmi ditutup. Perjalanan menuju profesional kesehatan masa depan pun resmi dimulai. (*)





