Gamasi, JAKARTA – Upaya meningkatkan kecerdasan masyarakat dalam mengelola keuangan terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Memasuki Agustus 2026, berbagai program edukasi keuangan telah menjangkau jutaan masyarakat di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Penguatan literasi keuangan tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang diorkestrasi OJK bersama para pemangku kepentingan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Sepanjang 2026 hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan dengan jumlah peserta mencapai 12,2 juta orang.
Kolaborasi dalam GENCARKAN turut memperluas jangkauan edukasi. Tercatat sebanyak 18.308 kegiatan edukasi langsung telah dilaksanakan dengan menjangkau 3,2 juta peserta. Sementara melalui kanal digital, sebanyak 22.797 kegiatan edukasi mampu menjangkau hingga 167,8 juta peserta.
Besarnya jangkauan tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak lagi hanya ditempatkan sebagai kegiatan edukasi konvensional, tetapi mulai diarahkan menjadi gerakan bersama yang memanfaatkan berbagai kanal dan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.
Penguatan juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga saat ini, OJK telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia yang diharapkan menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat.
Di sisi infrastruktur digital, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah dimanfaatkan oleh 142.613 pengguna. Sementara minisite Sikapi Uangmu telah menerbitkan 253 konten yang secara keseluruhan mencatat 2,4 juta views.
Apresiasi bagi Penggerak Literasi
Sebagai bagian dari puncak kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, OJK memberikan apresiasi melalui Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award.
KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang dinilai aktif mendukung implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), mulai dari pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi hingga edukasi.
Sementara Financial Literacy Award menjadi bentuk apresiasi bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), pemangku kepentingan, pemerintah daerah, Duta Literasi Keuangan Indonesia dan komunitas yang berkontribusi dalam memperluas literasi keuangan secara masif dan merata.
Pada Financial Literacy Award, penghargaan kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik diberikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Prudential Life Assurance, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Untuk kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif, penghargaan diberikan kepada PT Bank Central Asia Tbk, PT BPR Hasa Mitra, PT BNI Modal Ventura, PT Prudential Life Assurance, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian.
Sementara kategori PUJK dengan Pembentukan OJK PEDULI Termasif diraih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Untuk kategori pemerintah daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik, penghargaan tingkat provinsi diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, tingkat kota kepada Pemerintah Kota Ambon, dan tingkat kabupaten kepada Pemerintah Kabupaten Malang.
KEJAR Dorong Budaya Menabung Sejak Sekolah
Selain apresiasi kepada penggerak literasi, OJK juga memberikan KEJAR Award sebagai bagian dari upaya mendorong budaya menabung sejak usia sekolah.
Untuk kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik, penghargaan antara lain diberikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk subkategori BUMN, PT Bank Central Asia Tbk untuk Bank Umum Konvensional, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk Bank Umum Syariah.
Pada kategori Bank Pembangunan Daerah, penghargaan diberikan kepada PT Bank Aceh Syariah untuk wilayah Sumatera, PT Bank DKI (Bank Jakarta) untuk Jawa-Bali, PT Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk Kalimantan, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara untuk Sulawesi, serta PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Sementara kategori BPR/BPRS Implementasi KEJAR Terbaik masing-masing diraih PT BPR Gema Pesisir Provinsi Sumatera Barat, PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda Provinsi Jawa Timur, PT BPR Tabalong Bersinar Provinsi Kalimantan Selatan, PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) Provinsi Sulawesi Tenggara, dan PT BPR Modern Express Provinsi Maluku.
Penghargaan Bank Teraktif dalam pelaksanaan Bank Goes to School diberikan kepada PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
Pada kategori Satuan Pendidikan Implementasi KEJAR Terbaik, penghargaan diberikan kepada SMP Negeri 9 Denpasar, MI Assa’idiyyah Jawa Timur, dan SLB Negeri 1 Gunungkidul sesuai subkategori masing-masing.
Sulawesi Tenggara Jadi Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik
Dukungan terhadap budaya menabung juga terlihat dari capaian sejumlah wilayah. Dalam kategori Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik, Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil menjadi yang terbaik untuk regional Sulawesi.
Sementara untuk tingkat kota/kabupaten regional Sulawesi, penghargaan diberikan kepada Kota Kendari.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga bergerak hingga tingkat daerah dan satuan pendidikan.
Melalui peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK mendorong agar budaya menabung semakin mengakar, khususnya di kalangan generasi muda.
Namun, menabung tidak berhenti pada kebiasaan menyisihkan uang. Masyarakat juga perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan secara bijak, memahami risiko, serta memilih dan memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan.
Karena itu, penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan finansial secara tepat.
OJK bersama pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi tersebut.
Langkah itu diarahkan untuk membangun masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.






