Makassar Leadership Summit 2026 Targetkan 500 Peserta, Bahas Empat Perspektif Kepemimpinan

Gamasi, Makassar – Makassar Leadership Summit (MLS) kembali digelar pada 2026 setelah sebelumnya diselenggarakan pada 2023. Membawa semangat “Leadership Can Rise From Anywhere”, forum kepemimpinan ini hadir dengan konsep yang lebih interaktif dan membuka ruang kolaborasi lintas sektor.

MLS 2026 mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari business leader, profesional, akademisi, pengusaha, pemimpin organisasi hingga pelaku usaha dari sejumlah sektor.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi tiga organisasi, yakni PMSM, GNIK, dan APINDO, yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, human capital, serta dunia usaha. Forum tersebut dijadwalkan berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026).

Salah satu pembaruan dalam MLS 2026 adalah perubahan format acara. Jika pada penyelenggaraan 2023 lebih banyak menghadirkan pembicara dalam format pemaparan, tahun ini porsi panel diskusi diperbesar.

Format tersebut dirancang untuk memberikan ruang pertukaran gagasan dan pengalaman yang lebih luas antara pembicara dan peserta.

“Makassar Leadership Summit ini sebenarnya adalah satu ekosistem yang lintas sektor. Bagaimana kita bisa bertukar wawasan dengan banyak orang, banyak leader yang kami datangkan dari nasional yang sudah kami kurasi,” ujar salah satu penyelenggara MLS 2026, Fauziah Zulfitri, Kamis (1/10/2026).

Menurut Fauziah, para pemimpin yang dihadirkan telah melalui proses kurasi dan berasal dari tingkat nasional. Mereka akan berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, transformasi organisasi, serta menghadapi berbagai tantangan dalam dunia bisnis yang terus berubah.

“Mereka akan membagikan insight dan pengalaman bagaimana mereka bisa menjadi leader-leader yang baik, dan kita tentunya bisa berkolaborasi dengan seluruh peserta,” lanjutnya.

Empat Perspektif Kepemimpinan

MLS 2026 mengangkat empat perspektif utama yang menjadi landasan pembahasan, yakni People, Technology, Sustainability, dan Resilience.

Perspektif People menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam pembangunan organisasi, termasuk bagaimana menyiapkan calon pemimpin untuk menjawab kebutuhan organisasi di masa mendatang.

Sementara Technology menyoroti kemampuan pemimpin dan organisasi dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Adapun Sustainability diarahkan pada upaya membangun arah organisasi dan dunia usaha yang berkelanjutan. Sedangkan Resilience menekankan pentingnya ketahanan pemimpin dalam menghadapi risiko, tekanan, serta perubahan yang terjadi di dalam organisasi maupun dunia bisnis.

“Filosofi kita di tahun ini ada empat. Bagaimana kita membangun manusia, bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi, lalu dengan sustainable kita bisa membangun arah ke depan yang lebih bagus, serta kita menciptakan pemimpin yang punya ketahanan terhadap risiko apa pun yang terjadi di dalam organisasi atau di dalam bisnis,” jelas Fauziah.

Kepemimpinan Bisa Tumbuh dari Mana Saja

Tema “Leadership Can Rise From Anywhere” menjadi pesan utama MLS 2026. Gagasan ini menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari jabatan formal atau posisi tertentu.

Kepemimpinan dapat tumbuh dari berbagai lingkungan dan latar belakang, termasuk dari kalangan profesional, komunitas, pelaku usaha, akademisi maupun masyarakat yang memiliki kapasitas untuk memberikan pengaruh positif di lingkungannya.

Salah satu pembicara yang dihadirkan adalah Fauziah Safitri, Leadership Coach, yang akan membagikan perspektif mengenai kepemimpinan, pengembangan potensi diri, serta tantangan pemimpin di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

Selain menghadirkan pembicara, MLS 2026 juga melibatkan community partner. Keterlibatan komunitas menjadi salah satu pembaruan dibanding penyelenggaraan 2023.

Kehadiran komunitas diharapkan memperluas jejaring dan menciptakan ruang kolaborasi yang lebih beragam dalam membangun ekosistem kepemimpinan.

Target Lebih dari 500 Peserta

MLS 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 500 peserta. Mereka berasal dari berbagai sektor, antara lain perbankan, industri nasional, UMKM, ritel, perhotelan, properti, konstruksi hingga rumah sakit.

“Target kami sekitar 500 lebih partisipan yang akan datang. Sudah banyak pendaftar yang ada di daftar kami,” kata Fauziah.

Keragaman latar belakang peserta menjadi bagian penting dari konsep MLS 2026. Pertemuan lintas sektor diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat membuka peluang kolaborasi dan mempertemukan kebutuhan serta pengalaman yang berbeda.

Dengan konsep yang lebih interaktif, MLS 2026 tidak hanya diposisikan sebagai forum untuk mendengarkan gagasan para pembicara. Forum ini juga menjadi ruang bertemunya para pemimpin, profesional, akademisi, pelaku usaha dan komunitas untuk bertukar perspektif.

“Leadership Can Rise From Anywhere” pada akhirnya menjadi pesan bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui pengalaman, keberanian beradaptasi, kemampuan berkolaborasi dan kontribusi di lingkungan masing-masing.

Untuk memperluas akses partisipasi, tiket MLS 2026 telah dibuka untuk umum. Dengan demikian, forum kepemimpinan ini dapat diikuti tidak hanya oleh kalangan profesional atau pelaku usaha, tetapi juga masyarakat yang ingin memperluas wawasan, kapasitas diri dan jejaring.

Melalui penyelenggaraan MLS 2026, Makassar diharapkan semakin memiliki ruang pertemuan bagi pemimpin dan profesional dari berbagai sektor, sekaligus memperkuat jejaring kepemimpinan dan kolaborasi di kawasan Indonesia Timur. (Mila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *