Gamasi, SINJAI — Kemampuan mengatur pendapatan, menentukan prioritas kebutuhan, dan membangun kebiasaan menabung menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Hal tersebut menjadi salah satu fokus edukasi keuangan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, di Kabupaten Sinjai, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat, mulai dari mengelola keuangan rumah tangga hingga memilih produk dan layanan jasa keuangan. Edukasi tersebut sekaligus mendorong masyarakat lebih berhati-hati terhadap risiko keuangan dan tawaran investasi ilegal.
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menegaskan bahwa literasi keuangan dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat karena keputusan keuangan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang baik membantu masyarakat membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan pembiayaan sesuai kemampuan, serta mempertimbangkan risiko sebelum menempatkan dana.
Menurut Andi, kebiasaan mengelola uang secara terencana dapat mendukung kemandirian keluarga. Masyarakat juga perlu membangun sikap kritis terhadap berbagai tawaran keuangan, terutama apabila keuntungan yang dijanjikan tidak sebanding dengan penjelasan mengenai risiko yang harus ditanggung.
Ia menilai pemerataan edukasi keuangan hingga tingkat daerah penting agar manfaat sektor jasa keuangan dapat dirasakan lebih luas. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dalam sistem keuangan formal secara lebih berkualitas dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai fungsi OJK merupakan fondasi bagi masyarakat untuk mengenali dan memanfaatkan produk keuangan dengan benar. OJK menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, edukasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat memahami hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko produk yang digunakan. Sinergi antara OJK, DPR RI, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi tersebut.
Peserta kegiatan di Sinjai memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, pengenalan produk jasa keuangan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan informasi perbankan. Mereka juga diingatkan agar memeriksa legalitas penyedia layanan melalui kanal resmi dan tidak mudah tergiur investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
Masyarakat yang menemukan penawaran keuangan mencurigakan dapat mencari informasi melalui kanal resmi OJK atau menghubungi Kontak OJK 157.
Melalui kegiatan ini, OJK Sulsel Sulbar dan Andi Yuliani Paris berharap literasi keuangan menjadi bekal praktis bagi masyarakat Sinjai untuk merencanakan pengeluaran, menggunakan layanan keuangan secara bijak, dan menjaga kestabilan ekonomi keluarga. (*)









