Gamasi, Makassar, 6 November 2026 — Rapat Kerja Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari, 5–6 November 2026, di Hotel Ibis Makassar City. Forum strategis tersebut menjadi momentum konsolidasi kelembagaan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kinerja, dan mendorong inovasi berkelanjutan menuju institusi pendidikan kesehatan yang unggul dan berdampak.
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola, Kinerja, dan Inovasi Berkelanjutan Menuju Politeknik Kesehatan Megarezky yang Unggul dan Berdampak”, Raker 2026 diarahkan untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan, sekaligus merumuskan prioritas dan strategi pengembangan Polimerz ke depan.
Direktur Polimerz, Dr. Hairuddin K, S.S., S.KM., M.Kes. dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar forum administratif, tetapi instrumen strategis untuk memastikan arah pengembangan institusi berjalan terukur dan berkelanjutan.
“Rapat kerja harus menghasilkan keputusan dan program yang dapat diimplementasikan. Kita tidak hanya berbicara tentang apa yang ingin kita capai, tetapi bagaimana target tersebut diwujudkan melalui kinerja yang terukur dan evaluasi yang berkelanjutan,” ujar Dr. Hairuddin.
Menurutnya, penguatan tata kelola menjadi fondasi penting dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan. Setiap unit kerja perlu memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi agar program yang dijalankan memberikan nilai tambah bagi institusi.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi sebagai bagian dari budaya kelembagaan. Perkembangan teknologi, transformasi layanan kesehatan, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan tuntutan mutu pendidikan tinggi mengharuskan Polimerz terus melakukan pembaruan.
“Kita ingin Polimerz tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tata kelola yang kuat, kinerja yang terukur, inovasi yang berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, lulusan, dunia kerja, serta masyarakat,” tegasnya.
Dr. Hairuddin juga mengajak seluruh unsur Polimerz memperkuat kolaborasi dan membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, berintegritas, serta berorientasi pada mutu.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky Makassar, Siti Nurul Haliza, S.I.Kom., M.Sc. menegaskan pentingnya sinergi antara yayasan dan institusi dalam menjaga keberlanjutan pengembangan Polimerz.
Menurutnya, perguruan tinggi yang unggul membutuhkan tata kelola yang sehat, kepemimpinan yang kuat, sumber daya manusia yang kompeten, serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu.
“Rapat kerja menjadi ruang penting untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi. Apa yang dirumuskan hari ini harus menjadi pijakan bersama dalam menjalankan program dan mengembangkan Polimerz secara berkelanjutan,” ujar Siti Nurul Haliza.
Ia berharap seluruh hasil Raker 2026 dapat diterjemahkan ke dalam program kerja yang konkret dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi Polimerz kepada masyarakat.
“Yayasan tentu memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pengembangan institusi. Kita ingin setiap program yang dirancang memiliki arah yang jelas, dapat dilaksanakan, dan memberikan manfaat bagi kemajuan Polimerz,” tambahnya.
Penutupan Raker Polimerz 2026 menjadi penanda berakhirnya proses evaluasi dan perencanaan sekaligus dimulainya tahap implementasi berbagai hasil kesepakatan.
Melalui penguatan tata kelola, peningkatan kinerja, dan inovasi berkelanjutan, Polimerz diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi kesehatan yang semakin adaptif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.
Raker 2026 juga menegaskan bahwa keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari kualitas pelaksanaan, capaian yang terukur, serta dampak yang dihasilkan.
Dengan semangat kolaborasi antara yayasan, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur sivitas akademika, Polimerz meneguhkan komitmennya untuk terus bergerak menuju perguruan tinggi kesehatan yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat. (*)









