Gamasifm, Makassar – Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan kelompok yang mendapat dampak sangat signifikan, baik secara fisik maupun mental akibat penutupan sekolah, klinik kesehatan dan pusat terapi yang disebabkan pandemi Covid
19.

Mereka pada umumnya menemukan kenyamanan dalam rutinitas dan pendekatan secara individual. Ketika sekolah dan pusat terapi tutup, rutinitas itu otomatis tertutup. Maka ABK cenderung cemas dan berperilaku tidak biasanya. Orangtua harus bisa mempertahankan rutinitas itu, namun itu tidaklah mudah. Dan bagi anak-anak spesial ini, belajar secara daring/virtual juga bukanlah hal mudah.
Para orangtua yang memiliki anak dengan kondisi demikian juga umumnya tidak memiliki cukup keterampilan untuk mengajarkan atau memberikan stimulasi tertentu kepada ABK ini seperti halnya guru di sekolah atau terapis di klinik kesehatan dan pusat terapi.
Walhasil, mereka pun luar biasa kerepotan menangani anaknya, dan lebih parah lagi, banyak anak yang akhirnya tidak tertangani dan mengalami regresi/kemunduran dalam perkembangannya.
Meskipun kasus Covid-19 semakin menurun dan fasilitas umum mulai terbuka, akan tetapi situasi pembatasan yang sama bisa saja terjadi lagi serta kondisi regresi anak yang mesti segera dikembalikan membuat antisipasi dan penanganan terapi berbasis rumah perlu untuk mulai diterapkan oleh para keluarga dengan ABK.
Untuk itu, Yayasan Klub Belajar Sipatokkong (YKBS) yang sejak tahun 2016 merintis program kemandirian keluarga dengan ABK khususnya pelibatan orangtua secara penuh untuk “Bersama Berdaya” melalui pendampingan program, material ajar dan tenaga bantu/terapis untuk mendampingi keluarga pra sejahtera dengan ABK, mengadakan Pelatihan Terapi Berbasis Rumah selama 2 hari pada tanggal 4 & 5 Desember 2021, bertempat di Aula BPSDM Prop. Sulsel.
Menurut Ketua Panitia Kegiatan, Ismawati, S.Psi, pelatihan ini diikuti secara antusias oleh 20 keluarga dan 40 relawan tenaga bantu ABK.
Sementara itu, Kordinator Klub Belajar Sipatokkong, Devianti A.Md.Ft menjelaskan bahwa tujuan dari Pelatihan Terapi Berbasis Rumah ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar kepada orangtua tentang penanganan anak berkebutuhan khusus, “Kami Memberikan pembekalan berupa pelatihan program dasar yang bisa dilakukan di rumah, melatih motorik dan menyiapkan postur anak belajar serta mendapat pengalaman dari narasumber yang membesarkan 3 anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa yang berbeda, ” jelas Devianti, minggu (5/12/2021).
Sebagai pemateri adalah Dr. Nilla Mayasari, M.Kes.,Sp.KFR-K yang merupakan Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Iffah Rufaidah, S.Psi., Dipl. Montessori yang seorang Konsultan dan Terapis Senior di Jakarta, dan Eni Purnawati Kardimi, AMK yang merupakan orangtua dengan 3 ABK sekaligus Konsultan serta Terapis dan pemilik EPIC School di Jakarta.(*)





