Keadilan Pembangunan KTI, Jadi Isu Menarik di Konferensi Perempuan Timur 2020

GAMASI.COM,MAKASSAR – Tiga lembaga yang bekerja pada upaya penegakan HAM khususnya perempuan, yaitu Forum Pengada Layanan (FPL), Yayasan BaKTI dan Komnas Perempuan menggelar Konferensi Perempuan Timur 2020 (KPT2020) dengan tema Memetik Buah dari Sinergi Mulitipihak untuk Pembangunan Berkeadilan di Kawasan Timur Indonesia.

Dalam pertemuan dengan sejumlah media secara daring, Ketua Panitia Lusia Palulungan, ini adalah konferensi perempuan yang keempat, dilaksanakan secara daring, 26-27 Agustus 2020 yang menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia mulai dari Pemerintah Daerah, DPRD, DPR, perguruan tinggi, LSM, masyarakat adat, komunitas dan media. Pelaksanaan KPT2020 didukung oleh Program MAMPU, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.

“Konferensi Perempuan Timur 2020 merupakan konferensi keempat yang telah kami selenggarakan. Para pelaku pembangunan dan aktor perubahan seperti seperti pemerintah lokal dan pusat, organisasi masyarakat sipil hingga penggerak komunitas di akar rumput akan berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan dalam rangka memenuhi hak-hak perempuan di Indonesia timur,” menurut Lusia Palulungan, Ketua Panitia Bersama KPT2020.

Konferensi Perempuan Timur lahir dari Konferensi Perempuan Timor yang pertama (2016), kedua (2017) dan berubah menjadi Konferensi Perempuan Timur pada penyelenggaraannya yang ketiga (2018). Seperti KPT2018, konferensi ini memperluas wilayah pembelajaran, tidak hanya di Pulau Timor melainkan berbagai pulau yang ada di bagian timur Indonesia seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Berbagai aksi kolektif dan model pemberdayaan gerakan perempuan di Indonesia Timur akan dibahas, seperti penguatan kepemimpinan perempuan dan komunitas untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, serta ragam advokasi kebijakan dan inisiatif program untuk pembangunan berkelanjutan,” jelas Veryanto Sitohang, Komisioner Komnas Perempuan.

Tingginya tingkat kemiskinan dan kesenjangan di bagian Timur, secara langsung telah meningkatkan kerentanan perempuan terhadap beragam bentuk kekerasan, eksploitasi, perkawinan anak, kematian pada persalinan, gizi buruk, putus sekolah, migrasi dan perdagangan anak. Kondisi ini memburuk di masa pandemi COVID-19, di mana kerentanan perempuan semakin meningkat. Kekerasan terhadap perempuan masih terjadi dan diperburuk dengan sulitnya pelaporan dan penanganan. Begitu pula dengan angka kemiskinan yang meningkat signifikan sebagai salah satu dampak dari pandemi ini.

“Beragam inisiatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan sudah muncul baik dari pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat sipil, media dan masyarakat, di wilayah Indonesia timur. Beragam praktik baik dari gerakan perempuan Indonesia Timur itulah yang ingin kami tampilkan dalam konferensi ini,” jelas Yustin Fendrita, Direktur Lambu Ina dan Dewan Pengarah Nasional FPL.

Beberapa contoh praktik baik hasil dari kerjasama multipihak di Indonesia Timur adalah, adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan perempuan dan/ atau anak di beberapa kabupaten/ kota Sulawesi Selatan (Maros, Parepare, Tana Toraja, Pangkep, Bantaeng, Takalar dan Kota Makassar), Sulawesi Utara (Kota Manado dan Kab. Minahasa Selatan), Sulawesi Tenggara (Kabupaten Muna) dan Nusa Tenggara Timur (Kab. Timor Tengah Utara, adanya beragam Peraturan Desa (Perdes) seperti Perdes Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan di Desa Korihi, Kab. Muna, Sulawesi Tenggara. Di tingkat komunitas, terbentuknya Paralegal Komunitas di beberapa desa di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Muna untuk menjamin adanya pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan di tingkat desa.

Diharapkan KPT2020 dapat menjadi wadah untuk saling belajar, menyerap serta mereplikasi praktik baik dari berbagai pihak, mulai dari komunitas, pemerintah, parlemen dan swasta untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *