GAMASI.COM, MAKASSAR – Forum Pemerhati Masalah Perempuan Sulsel menggelar kegiatan penguatan kapasitas kesehatan reproduksi yang inklusif dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, kegiatan ini diyakini mampu memberikan ruang kampanye ke publik dan pemerintah dalam upaya penerapan layanan kesehatan reproduksi yang baik dan ramah untuk perempuan, anak dan disabilitas.
Hadir sebagai narasumber, salah satunya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Andi Tenri A.Palallo. Pihaknya mengatakan telah memetakan setiap program yang akan dilaksanakan. Sasarannya, lebih kepada peningkatan pemberdayaan masyarakat.
“Kita kerja untuk era new normal dalam situasi abnormal. seluruh tingkatan masyarakat akan menjadi atensi. Mulai dari kebiasaan anak-anak hingga aktivitas lansia dan disabilitas di kehidupan new normal. Kita akan pelan-pelan akan mengurai. Kita mengambil peran terkecil untuk memberi warna di tengah masyarakat. Khusunya perempuan dan anak-anak,” Jelasnya di ruang Sipakalebbi Gedung Balaikota Makassar, Rabu (26/8/2020).
Sementara itu, Koordinator FPMP Sulsel, Nina A.Basira menjelaskan Sejak tahun 2015 Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel bersama dengan Jaringan Perempuan Peduli Kesehatan (JP2K) yang terdidir dari beberapa lembaga yang konsern akan isu kesehatan reproduksi perempuan.
Saat masa pandemi Covid pun FPMP, melalui pos pelayanan pengaduan tetap melakukan kerja-kerja advokasi dan berjejaring dengan pihak-pihak untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi perempuan tetap maksimal dan juga ramah disabilitas.
“Kehadiran pos layanan pengaduan FPMP diharapkan mampu menjadi pusat informasi dan bantuan untuk semua masyarakat dan disabilitas, terutama untuk informasi layanan kesehatan dan kesehatan reproduksi.”
Disisi lain, Drg.Ita Isdiana Anwar,M.Kes dari Dinas Kesehatan Makassar mengajak masyarakat untuk memeriksakan Kesehatan reproduksi termasuk juga keselamatan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, anak serta gender dan gizi masyarakat, menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan di saat pandemi Covid.
“Tidak hanya masyarakat pada umumnya yang dituntut beradaptasi dengan kebiasaan baru namun sesuai dengan tema yang diambil pada hari ini, ibu baru melahirkan dan bayi baru lahirpun dituntut adapatasinya dengan kebiasaan baru. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi kami untuk memberikan advokasi,” katanya.
Hadir pula selaku narasumber dalam kegiatan tersebut pengurus PPDI Sulsel, Kandacong dan Spesialis kebidanan kandungan, dr Eka Nurbani bangsawan. (*)





