Radiogamasi.com, Makassar – Dalam rangka mendorong penggunaan transaksi secara non tunai, Bank Indonesia secara gencar terus memperluas implementasi penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di seluruh lapisan masyarakat dengan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan handal (cemumuah).
Melalui rilisnya ke redaksi Radio Gamasi, Selasa (11/5/2021), Bank Indonesia Kantor perwakilan wilayah Sulsel telah menggelar Kegiatan on-boarding QRIS , yang dimulai 5 Mei 2021 lalu di Makassar.
Direktur Eksekutif Bank Indonesia KPw Sulsel, Budi Hanoto mengatakan, on boarding QRIS Ini dilakukan di sejumlah 118 agen bank yang terdaftar sebagai e-warong atau agen tempat penarikan/pembelian bantuan sosial non tunai oleh penerima manfaat.
“Kegiatan on-boarding QRIS untuk 118 e-warong dilaksanakan Oleh Bank Indonesia Sulawesi Selatan bekerja sama dengan perbankan penyalur bansos, dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Makassar. Sejumlah 118 e-warong mitra BRI di wilayah Makassar yang di-QRlS-kan ini merupakan tahapan awal dari total rencana implementasi QRIS untuk seluruh 438 e-warong yang berada di wilayah Sulawesi Selatan, ” Jelas Budi.
Penggunaan QRIS di e-warong dapat dimanfaatkan untuk transaksi ritel, tidak hanya bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bansos, namun masyarakat secara umum.
Sementara itu, data dari BI menyebutkan, tingkat penetrasi implementasi QRIS di Sulawesi Selatan saat ini cukup kuat. Sampai dengan bulan April 2021 , jumlah merchantyang menggunakan QRIS di Sulawesi Selatan telah mencapai 208.364, tumbuh sebesar 140,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-o-y).
Angka pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari nasional yang juga cukup pesat yaitu 102,3 persen (y-o-y), sehingga menjadikan Sulawesi Selatan sebagai provinsi dengan jumlah merchant tertinggi ke-8 di Indonesia, di mana 72 persen dari total merchant tersebut merupakan sektor usaha dengan kategori UMKM. (*)









