Gamasifm, Makassar – Dalam rangka peringatan Bulan Bakti Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan tema Penerapan Budaya K3 Pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi,PT PLN (Persero) UIKL Sulawesi melakukan kunjungan media di Radio Gamasi FM, sekaligus bincang live, terkait sosialisasi bahaya listrik ke masyarakat, Selasa (15/2/2022).
Hadir sebagai narasumber, Edal Ilham dan Agus Kalla selaku pejabat Pengendali Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan (K3L dan Kam) serta Yogi Sugiharta selaku AE K3.
Sosialisasi ini juga menggandeng UP2B Sistem Makassar, UPT Makassar & UPDK Tello.

Edal Ilham mengatakan, pandemi Covid-19 dua tahun ini memberikan pengaruh besar terhadap sosialisasi yang dilakukan.
”Berbagai kondisi tersebut tentunya tidak boleh menurunkan semangat kita untuk tetap produktif. Dengan memanfaatkan media seperti Radio Gamasi ini yang memiliki pangsa pasar pendengar cukup banyak di Kota Makassar dan sekitarnya serta memakai media sosial, kami anggap cukup efektif untuk sosialisasi ke masyarakat secara massif, ” jelas Edal Ilham.
Edal juga mengajak pendengar Gamasi yang akrab disapa sambaluk, untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Menurutnya, fitur pengaduan gangguan pada Aplikasi PLN Mobile versi terbaru telah dirancang secara terintegrasi dengan baik ke aplikasi pendukung di outage management, Integrasi pada aplikasi ini membuat laporan gangguan dari masyarakat langsung sampai kepada petugas pelayanan teknik dan pelanggan dapat memantau progres pengaduan.
Sementara itu, Agus Kalla menambahkan, sosialisasi K3 yang dilakukan sebagai Upaya pencegahan bahaya listrik di tengah masyarakat untuk menghindari kerugian-kerugian yang timbul.
“Kewenangan PLN hanya sampai di kWh meter di masing-masing pelanggan. Selebihnya adalah milik dan tanggung jawab pelanggan. Karena itu diharapkan memperhatikan meteran sehingga bisa mengantisipasi kebakaran akibat arus pendek listrik, ” ujar Agus.
Dia juga menghimbau pelanggan atau masyarakat dalam musim penghujan, kebocoran, genangan air bahkan banjir menjadi hal yang harus diantisipasi oleh masyarakat.
“Kadang masyarakat kurang memperhatikan unsur keselamatan dan keamanan dalam instalasi jaringan listrik. Kewaspadaan saat ada genangan air/ banjir perlu ditingkatkan agar terhindar dari bahaya listrik seperti tersetrum atau konsleting, ” pungkas Agus. (*)






