Gamasifm, Makassar – Meski seni musik tradisional sudah kurang diminati oleh masyarakat, tidak membuat Patok Daeng Tola (60), pria asal Desa gentungan, dusun boriksalamak, bajeng barat kabupaten Gowa ini patah semangat dalam menggeluti seni musik tradisonal, kecapi atau Kacaping.
Daeng Tola, adalah salah satu dari pelestari alat musik tradisional kecapi atau disebut Pakacaping yang sudah mulai langka di Sulsel.
Di area Zona 1, panggung Perhelatan Makassar International Eight Festival and Forum (F8) di Anjungan Pantai Losari, Jumat (9/9/2022), Daeng Tola Tampil cukup menghibur. Bersama Daeng Nojeng, partner siarannya di acara Baruga Radio Gamasi, dia membawakan syair-syair jenaka yang diciptakannya sendiri.
“Syair yang dibawakan ini saya buat sendiri. Bercerita tentang asmara, keluarga dan kehidupan sosial, ” tuturnya.
Sehari-hari, dia memainkan alat musik ini di hajatan yang mengundangnya dan mengisi acara tetap di Radio Gamasi Makassar setiap akhir pekan.
Pakacaping adalah salah satu instrumen tradisional daerah Sulawesi Selatan yang kesemuanya untuk menghibur.
Alat Kecapi yang dia mainkan ini dibuatnya sendirinya. Bahannya dari kayu jati. Menurutnya, Kecapi yang dibuatnya bisa bertahan hingga 20 tahun.
Daeng Tola mengaku, dari 2 orang anak dan 3 cucunya, tidak satu pun yang mengikuti jejaknya sebagai pemain alat musik kecapi.
“Sejak umur 5 tahun saya terbiasa mi memainkan alat musik ini, semoga masih banyak ji anak muda yang tertarik mempelajarinya, ” Tutupnya. (*)









