Produktivitas Pertanian Sulsel Menurun, Dipengaruhi El Nino

Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar journalist Update, Selasa (26/3/2024) di Foreign Cafe Makassar.

Kepala OJK Sulsel, Darwisman optimis pengendalian inflasi, pengendalian stunting, pengendalian ketahanan pangan akan lebih baik ke depannya.

Menurutnya, Kondisi perekonomian Selama tahun 2023, tercatat perekonomian Sulsel tumbuh 4,51 persen atau melambat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,10 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Sulsel melambat dan juga berada dibawah nasional yang tercatat 5,05 persen,” jelasnya.

Dijelaskan , Perekonomian Sulawesi Selatan periode tahun 2023 ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan & Perikanan, sektor Perdagangan Besar & Eceran, sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, Serta Informasi & Komunikasi, dengan total share kelima sektor tersebut terhadap PDRB Sulsel sebesar 68.78%

Hal berbeda justru terlihat adanya Perlambatan pertumbuhan pada sektor Pertanian, kehutanan & perikanan.

“Hal ini dipengaruhi dampak El Nino oleh yang menyebabkan penurunan curah hujan dan kekeringan yang berdampak pada produktivitas pertanian yang menurun,” ujar Darwisman.

Data dari ekonomi Sub Sektoral Perikanan Sulsel tercatat, berdasarkan pertumbuhan tren penopang ekonomi Sub Sektoral Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Sulsel, menunjukkan bahwa pertumbuhan subsektor Tanaman Hortikultura sejak tahun 2018 hingga 2023 mengalami peningkatan yang signifikan

“Terlihat dari komoditas unggulan UMKM Sulsel di Tahun 2021, Kabupaten Bantaeng menempati urutan tertinggi sebagai penghasil komoditas rumput laut kopi dan padi, ” sebutnya.

Pada Januari 2024, Kinerja Perbankan Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan yang POSITIF secara year on year untuk Aset, DPK, dan Kredit masing-masing sebesar 10,03%, 10.12% dan 1126%.

Pertumbuhan DPK dan Kredit secara yoy tahun 2023 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun pertumbuhan Aset, DPK dan Kredit secara year to date sedikit penurunan jika dibandingkan periode Desember 2023.

Terkait Perbankan, Darwisman menjelaskan bahwa tingkat risiko kredit Perbankan di Sulawesi Selatan masih tetap terjaga di posisi 3,04% dan berada dibawah ambang batas (treshold) sebesar 5%.

“Berdasarkan kegiatan, NPL Bank umum dan BPR masing-masing sebesar 3.04% dan 3.12%. Adapun indikator fungsi intermediasi (LDR) mencapai 123.52%,” kata Darwisman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *