Gamasi, Makassar – Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggelar jurnalis update, Kamis (14/8/2024) di salah satu kafe di Makassar. Darwisman – Kepala OJK Provinsi Sulselbar mengatakan Sektor Jasa Keuangan di wilayah Sulawesi Selatan hingga Juni 2024 terus
tumbuh positif secara berkelanjutan dan stabil.
Total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Juni 2024 tumbuh 7,60 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp195,79 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,84 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp131,52 triliun, dan kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 9,01 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp161,20 triliun.
“Tingkat risiko kredit Perbankan di Sulawesi Selatan masih tetap terjaga
tercermin pada rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,04 persen dan berada
di bawah ambang batas (threshold) sebesar 5 persen. Berdasarkan kegiatan,
NPL Bank umum dan BPR masing-masing sebesar 3,04 persen dan 3,21 persen.
Adapun indikator fungsi intermediasi (Loan to Deposit Ratio – LDR) mencapai
124,93 persen,” jelasnya.
Berdasarkan sektor ekonomi, proporsi penyaluran kredit terbesar di sektor
perdagangan besar dan eceran (24,01 persen), sektor pemilikan peralatan RT lainnya (17,34 persen), dan sektor pemilikan rumah tinggal (15,18 persen).
Sementara itu, Untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), realisasi penyaluran KUR di Sulawesi Selatan sampai dengan 9 Agustus 2024 sebesar Rp10,41 triliun kepada 186.987 debitur.
Penyaluran KUR terbesar pada sektor pertanian sebesar Rp4,53 triliun (43,47 persen) dan sektor perdagangan sebesar Rp3,68 triliun (35,31 persen).
“Penyaluran KUR didominasi oleh segmentasi Mikro dengan penyaluran mencapai
Rp8,30 triliun (79,73 persen). Penyaluran KUR terkonsentrasi pada 5 kabupaten dengan total share sebesar 40,36 persen yaitu Makassar, Bone, Gowa, Wajo, dan Bulukumba.,” sebut Darwisman.
Dia Menambahkan, Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Sulawesi Selatan posisi Juni 2024 telah mencapai Rp26,44 triliun, tumbuh tinggi sebesar 19,39 persen kepada 158.325
debitur. Kredit pemilikan rumah tinggal mendominasi penyaluran KPR di Sulawesi
Selatan dengan share sebesar 92,55 persen, disusul pemilikan ruko/rukan 5,63 persen, dan pemilikan flat/apartemen 1,82 persen. (*)









