Gamasi, Makassar, 27 April 2026 – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai Bootcamp UMKM REWAKO dan Onboarding UMKM Go Digital 2026 dalam Kick Off Program Pengembangan UMKM dan Pesantren REWAKO Tahun 2026 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Senin (27/4/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan pelaksanaan bootcamp ini menjadi bagian dari upaya mendorong daya saing UMKM melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan intensif, serta penguatan jejaring usaha.
“Pada hari ini dimulai program bootcamp Onboarding UMKM Go Digital 2026 yang diikuti 30 UMKM, sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi UMKM melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujar Rizki.
Selain program Go Digital, BI Sulsel juga memulai rangkaian Bootcamp UMKM REWAKO Umum, UMKM REWAKO Petani, dan UMKM REWAKO Ekspor yang berlangsung mulai 27 hingga 30 April 2026.
Menurut Rizki, program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, BI Sulsel juga menghadirkan sejumlah penguatan program, di antaranya sinergi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri guna meningkatkan eksposur produk UMKM dan memperluas akses pasar ekspor.
Selain itu, BI Sulsel memperkuat keterhubungan UMKM dengan retailer modern agar pelaku usaha lebih siap masuk ke rantai pasok nasional yang lebih luas.
Tidak hanya sektor usaha umum, BI Sulsel juga memperluas program ke sektor syariah melalui Pesantren REWAKO yang akan diikuti 30 peserta dan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026.
“Kami berharap peserta dapat meningkatkan wawasan, keterampilan, jejaring bisnis, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha sehingga semakin naik kelas,” katanya.
Rizki menambahkan, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan dukungan lintas sektor. Karena itu, BI Sulsel mengapresiasi sinergi pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta berbagai institusi yang terus mendukung penguatan UMKM di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, melalui kolaborasi yang kuat, sektor UMKM akan semakin tumbuh, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga mampu memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah. (*)





