Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar Seminar Edukasi Keuangan bertema “Generasi Melek Finansial: Menata Dana Pensiun di Tengah Disrupsi dan Risiko Keuangan” di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran UNHAS, Makassar, Rabu (17/6).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari sinergi OJK dan PAI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PAI. Seminar menghadirkan regulator, akademisi, dan praktisi aktuaris guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya dana pensiun.
Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, kesadaran mengelola keuangan sejak dini menjadi kunci dalam membangun ketahanan finansial di masa depan.
“Persiapan masa depan keuangan idealnya dimulai sejak usia muda. Kesadaran untuk merencanakan keuangan sejak dini akan membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih baik ketika memasuki masa tidak produktif,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Muchlasin juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi sektor jasa keuangan telah menghadirkan beragam produk dan layanan yang memudahkan masyarakat. Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat mampu memahami manfaat dan risiko setiap produk yang digunakan.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, strategi mempersiapkan dana pensiun sejak usia produktif, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi di era digital.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap mahasiswa dapat membangun kebiasaan merencanakan keuangan jangka panjang dan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kampus, keluarga, maupun masyarakat luas.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. (*)







