Gamasi, Makassar – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-88, yang diikuti oleh 1.411 wisudawan dan wisudawati dari jenjang diploma, sarjana, profesi dokter, magister, hingga doktor. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-63 Universitas Muhammadiyah Makassar, di Balai sidang Universitas Muhammdiyah Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Acara wisuda dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Mahfud Sholihin, M.Acc., Ph.D., Ak., CA., CPA, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., Koordinator Kopertais Wilayah VIII Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., serta perwakilan LLDIKTI Wilayah IX Dr. Ir. Syahruddin, M.M.
Dalam amanahnya, Wamendiktisaintek Prof. Fauzan menegaskan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh ijazah dan kompetensi akademik, tetapi juga oleh pola pikir yang benar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurutnya, sarjana harus mampu membangun cara pandang yang positif, tidak membesar-besarkan masalah kecil, tidak menyederhanakan persoalan besar secara keliru, serta tidak terjebak pada hal-hal yang tidak penting.
“Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari di kampus, tetapi juga bagaimana cara memandang masalah dan membangun optimisme dalam kehidupan,” ujarnya.
Fauzan juga menekankan pentingnya husnuzan atau berprasangka baik sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Ia menilai sikap tersebut menjadi modal penting bagi para lulusan untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan.
“Kalau orang ingin menjadi sarjana yang hebat, maka saudara harus memelihara apa yang disebut dalam bahasa Al-Quran, husnuzan,” katanya.
Sebaliknya, ia mengingatkan para wisudawan agar menghindari kebiasaan mengeluh, berdalih, dan mencari alasan atas setiap kesulitan yang dihadapi. Menurut Fauzan, sikap tersebut hanya akan menghambat potensi dan melemahkan energi untuk maju.
Untuk menggambarkan hal tersebut, Fauzan menceritakan kisah seseorang yang enggan melompati sungai karena berbagai alasan. Namun ketika dikejar anjing, orang tersebut akhirnya mampu melompat dan menyelamatkan diri.
“Cerita itu menunjukkan bahwa sering kali manusia sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi kalah oleh alasan yang dibuat sendiri. Tantangan justru dapat menjadi pemantik untuk mengeluarkan energi terbaik,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kehidupan tidak pernah berjalan tanpa tantangan dan setiap individu harus siap menghadapi perubahan dengan semangat yang positif.
“Tidak ada hidup yang gratis, tidak ada hidup yang mulus. Semuanya masih ada tantangan di hadapan kita,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Fauzan mengajak lulusan Unismuh Makassar untuk terus bertransformasi, meningkatkan kualitas diri, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, dalam pidato wisuda ke-88 menyebut wisuda sebagai momentum akademik, spiritual, dan kelembagaan yang sarat makna.
Menurutnya, prosesi wisuda bukan sekadar seremoni pengukuhan lulusan, melainkan bentuk rasa syukur atas amanah ilmu, doa orang tua, pengabdian dosen, kerja keras mahasiswa, serta pertanggungjawaban institusi kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Hari ini, kita tidak hanya mengukuhkan lulusan. Kita juga menyaksikan satu babak baru perjalanan Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai kampus Islam Berkemajuan yang terus bertumbuh, berdaya saing, dan memberi manfaat,” ujar Rakhim.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan capaian institusi yang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini Unismuh Makassar didukung oleh 439 dosen dan tenaga pengajar, dengan 313 dosen bergelar doktor (S3) dan 27 profesor. Selain itu, ratusan dosen telah memiliki sertifikat pendidik serta menempati berbagai jabatan fungsional akademik.
Dari sisi tata kelola, keuangan, dan aset, Unismuh Makassar secara konsisten memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik serta telah menerapkan standar manajemen mutu ISO 9001 di seluruh unit kerja.
Pada bidang kemahasiswaan, hingga tahun 2025 mahasiswa Unismuh Makassar berhasil meraih 1.993 prestasi, yang terdiri atas 188 prestasi akademik internasional, 368 prestasi non-akademik internasional, 894 prestasi akademik nasional, dan 723 prestasi non-akademik nasional.
Sementara itu, dosen Unismuh Makassar sepanjang tahun 2025 mencatat 303 penghargaan, terdiri atas 22 prestasi tingkat regional, 111 prestasi nasional, dan 170 prestasi internasional.
Dalam mendukung akses pendidikan yang lebih luas, universitas juga menyalurkan berbagai program bantuan pendidikan. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 4.344 mahasiswa menerima beasiswa yang berasal dari 16 jenis program beasiswa.
Melalui wisuda ke-88 ini, Unismuh Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam berkemajuan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang berkarakter, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)








