Gamasi, BALI — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Media Gathering dan Pelatihan Wartawan 2026 di Bali, 26-29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BI Sulsel memperkuat kapasitas insan pers dalam mengolah dan menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara mudah dipahami, berimbang, dan kredibel.
Deputi Kepala Divisi KPw BI Sulsel, Lidyawatie Lamakampali, mengatakan informasi ekonomi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami berbagai perkembangan ekonomi yang terjadi. Karena itu, wartawan dituntut mampu menerjemahkan isu-isu ekonomi yang terkadang kompleks menjadi informasi yang lebih membumi.
“Informasi ekonomi ini bisa sampai ke masyarakat dengan bahasa yang tentunya membumi dan mudah dipahami,” ujar Lidyawatie.
Menurutnya, Media Gathering dan Pelatihan Wartawan merupakan program kerja yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antara Bank Indonesia, pemerintah, dan insan pers.
Memasuki tahun keempat masa tugasnya, kegiatan di Bali menjadi Media Gathering ketiga yang diikutinya. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah digelar di sejumlah daerah, termasuk Yogyakarta dan Lombok.
Pemilihan Bali sebagai lokasi kegiatan tahun ini, kata Lidyawatie, tidak hanya mempertimbangkan aspek pembelajaran, tetapi juga potensi pariwisata yang dimiliki Pulau Dewata.
“Tahun lalu kita sama-sama menikmati suasana Jogja. Alhamdulillah tahun ini kita bisa menggelar di Bali,” katanya.

Dari sisi substansi, BI Sulsel juga meningkatkan kualitas kegiatan dengan menghadirkan dua praktisi untuk memperkaya wawasan peserta. Salah satunya merupakan ekonom yang akan memberikan pemahaman mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi makro.
Selain itu, BI menghadirkan praktisi komunikasi untuk membahas strategi komunikasi publik, khususnya bagaimana mengolah isu-isu kebangsaan dan ekonomi yang kompleks menjadi sajian berita yang ringan, berimbang, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.
“Bagaimana meracik isu-isu kebangsaan dan ekonomi yang mungkin terasa berat, dapat menjadi sajian berita yang ringan, berimbang dan juga menarik minat baca bagi masyarakat,” jelas Lidyawatie.
Tak hanya pelatihan, BI Sulsel juga menggelar lomba kepenulisan yang dapat diikuti oleh para wartawan peserta Media Gathering. Lomba tersebut diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk langsung mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan.
Lidyawatie mengatakan, materi yang disampaikan para ekonom maupun praktisi komunikasi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam karya jurnalistik yang dihasilkan peserta.
“Jadi materi dari para ekonom nanti ini bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.
BI Sulsel berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi dan wawasan ekonomi para wartawan sehingga informasi yang disampaikan kepada publik semakin berkualitas dan kredibel.
“Harapan utama kami sederhana, semoga kompetensi dan wawasan ekonomi kita semua semakin bertambah sehingga berita yang sampai ke publik juga makin berkualitas dan kredibel,” kata Lidyawatie.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat kekompakan dan silaturahmi antara Bank Indonesia, pemerintah, dan media. Menurut BI Sulsel, media memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan berbagai kebijakan dan perkembangan ekonomi kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. (*)





