Gamasi, Makassar – BYD Indonesia menargetkan penambahan jaringan di Sulawesi dari tujuh lokasi yang telah beroperasi menjadi 12 lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat dukungan penjualan dan purnajual seiring perluasan pasar kendaraan listrik, yang turut ditandai dengan peluncuran The New BYD M6 EV pada GIIAS 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center, Rabu (28/10/2026).
Perluasan jaringan menjadi bagian penting dari strategi BYD untuk mendorong penggunaan kendaraan energi baru atau *New Energy Vehicle* (NEV) di Indonesia Timur. Perusahaan menilai pertumbuhan pasar perlu diimbangi dengan kemudahan akses konsumen terhadap layanan penjualan, perawatan kendaraan, dan dukungan purnajual.
BYD menyampaikan telah memiliki lebih dari 110 titik jaringan di Indonesia. Khusus di Sulawesi, tujuh lokasi disebut telah beroperasi, sementara penambahan hingga 12 lokasi menjadi target pengembangan berikutnya. Perusahaan juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1.100 keluarga di Sulawesi telah mempercayakan kebutuhan mobilitas mereka kepada merek tersebut.
Head of Marketing Asia Pacific Sales Division BYD Indonesia, Paramita Sari, menyebut Makassar sebagai salah satu wilayah penting dalam strategi perluasan elektrifikasi nasional. Menurutnya, pengembangan pasar tidak hanya dilakukan melalui pengenalan model baru, tetapi juga melalui penguatan ekosistem pendukung agar konsumen semakin mudah menggunakan kendaraan listrik.
“Bagi kami, pengembangan pasar kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk. Ketersediaan jaringan penjualan dan layanan purnajual juga menjadi bagian penting agar konsumen merasa lebih nyaman dan memiliki akses terhadap dukungan yang mereka butuhkan,” ujar Paramita.
Dalam kesempatan tersebut, BYD memperkenalkan The New BYD M6 EV sebagai tambahan pilihan kendaraan listrik untuk konsumen Indonesia Timur. Model ini menyasar segmen *multi-purpose vehicle* (MPV), yang menurut data perusahaan berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasar kendaraan penumpang nasional.
Keluarga BYD M6 juga menawarkan pilihan teknologi kendaraan listrik murni dan hybrid. Strategi tersebut diarahkan untuk menjangkau kebutuhan mobilitas yang berbeda, baik bagi keluarga maupun pelaku usaha yang memerlukan kendaraan untuk kegiatan operasional.
BYD turut mengklaim pangsa pasar kendaraan listrik nasional meningkat dari di bawah satu persen sebelum kehadirannya menjadi lebih dari 26 persen. Angka tersebut merujuk pada pemaparan perusahaan sehingga periode pengukuran dan sumber statistiknya perlu menjadi pertimbangan dalam membaca perkembangan pasar.
Di tengah dominasi kendaraan berbahan bakar bensin, perusahaan melihat peluang untuk memperluas adopsi teknologi elektrifikasi. Selain memperluas jaringan distribusi dan layanan, BYD juga menyatakan komitmennya terhadap pengembangan industri kendaraan listrik melalui pembangunan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat.
Penambahan jaringan di Sulawesi diharapkan membuat layanan kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur layanan dan pilihan produk yang lebih beragam, BYD berupaya memperkuat kepercayaan konsumen sekaligus memperluas penetrasi kendaraan listrik di kawasan Indonesia Timur. (*)









