Silatwil Mafindo Makassar Tetapkan Andi Fauziah Astrid sebagai Ketua untuk Periode Kedua

Gamasi, Makassar, 16 Juni 2026 – Andi Fauziah Astrid kembali dipercaya memimpin Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar setelah terpilih secara aklamasi dalam Silaturahmi Wilayah (Silatwil) Mafindo Makassar yang digelar di Cocospace Cafe, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar, Selasa (16/6/2026).

Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh para relawan Mafindo Makassar yang sepakat memberikan mandat kepada Astrid untuk melanjutkan kepemimpinannya. Dengan demikian, Astrid resmi menakhodai organisasi pegiat literasi digital dan anti-hoaks tersebut untuk periode kedua.

Selain menjadi ajang pemilihan ketua wilayah, Silatwil Mafindo Makassar juga membahas sejumlah perkembangan organisasi, termasuk perubahan nomenklatur kepengurusan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru Mafindo.

Berdasarkan ketentuan baru tersebut, struktur organisasi yang sebelumnya bernama Koordinator Wilayah (Korwil) Makassar kini berubah menjadi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Sulawesi Selatan. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta memperluas jangkauan program Mafindo di tingkat daerah.

Usai terpilih kembali, Andi Fauziah Astrid menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh para relawan. Menurutnya, amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk terus memperkuat peran Mafindo dalam meningkatkan literasi digital masyarakat serta melawan penyebaran informasi palsu di ruang publik.

Ia menegaskan, Mafindo akan terus mengembangkan berbagai program edukasi yang berfokus pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi, mengenali hoaks, serta membangun budaya bermedia yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan bersama. Saya berharap seluruh relawan tetap solid dan terus berkolaborasi untuk memperluas gerakan literasi digital di Makassar dan di Sulsel,” ujar Astrid.

Di bawah kepemimpinan periode keduanya, Mafindo Sulawesi Selatan diharapkan semakin aktif menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, pelatihan, dan kampanye literasi digital guna membentengi masyarakat dari dampak negatif disinformasi dan hoaks yang kian marak di era digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *