Gamasi, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja perbankan syariah di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sulselbar) terus menunjukkan tren positif. Hingga posisi April 2026, pertumbuhan aset, penghimpunan dana, dan penyaluran pembiayaan perbankan syariah tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan total aset perbankan syariah tumbuh sebesar 35,92 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp23,45 triliun.
“Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 25,87 persen (yoy) menjadi Rp15,33 triliun. Sementara itu, penyaluran pembiayaan juga tumbuh 25,74 persen (yoy) menjadi Rp18,88 triliun,” ujar Muchlasin.
Ia menjelaskan, tingkat intermediasi perbankan syariah berada pada level 123,11 persen, yang menunjukkan tingginya kemampuan perbankan syariah dalam menyalurkan dana yang dihimpun kepada sektor produktif. Di sisi lain, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,80 persen.
Selain mencatat pertumbuhan yang kuat, pangsa pasar aset perbankan syariah juga mengalami peningkatan menjadi 10,87 persen. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
“Peningkatan pangsa pasar ini sekaligus menunjukkan semakin besarnya kontribusi industri perbankan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Muchlasin. (*)









